Rabu, 21 November 2012

10 Jenis Hewan Peliharaan



Hewan apa yang paling Anda gemari? Jawabannya pasti beragam, mulai dari kucing, anjing, kelinci, monyet, burung, dan lain sebagainya. Lalu hewan apakah yang paling disenangi untuk dipelihara? Jawabannya tentu juga beragam. Bisa sama dengan hewan yang disukai, namun bisa pula berbeda dengan yang dipelihara.
Alasannya pun bermacam-macam. Ada yang suka memelihara karena hewan itu lucu, unik, cantik, imut, menggelikan, dan suka bermain. Namun ada pula yang memeliharanya karena langka, atau kekhasannya.
Nah, dari sekian banyak jenis hewan, sedikitnya ada 10 jenis hewan yang suka dipelihara. Berikut ini ke-10 jenis hewan yang paling digemari untuk dipelihara di rumah. Tentu saja, ini tidak berdasarkan rangking (peringkat), melainkan keumumannya saja.
1. Anjing
Hewan ini bermacam-macam jenis. Ada anjing Herder, Bulldog, Peking, Pomeranian, Poodle, Chihuahua, Mini Pincher, Papillon, Rootwieler, dan lainnya. Ada belasan jenis anjing di dunia ini. Masing-masing punya keunikan dan keunggulan. Karena itu, tak heran bila banyak orang yang suka memeliharanya.
2. Kucing
Seperti anjing, kucing pun beragam jenisnya. Ada kucing Persia, Angora (Anggora), Bengal, Birman, Bambino, Tiffanie, Ceylon, dan lainnya. Semuanya dipelihara juga karena keunikannya, kelucuannya, kecantikannya. Tak jarang, seorang pemelihara rela menghabiskan banyak biaya demi hewan kesayangannya ini.
Manakah yang paling banyak dipelihara antara anjing dan kucing? Sebagian menyatakan banyak anjing, sebagian lainnya menyatakan banyak kucing. Yang pasti, masing-masing daerah dan wilayah berbeda-beda. Misalnya di Eropa, orang lebih suka memelihara anjing daripada kucing. Sebaliknya di Indonesia, orang lebih suka memelihara kucing dibandingkan anjing.
3. Ayam
Jenis unggas yang satu ini sebenarnya lebih banyak dipelihara karena kebutuhan primer dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka ini lebih pas disebut dengan peternak ketimbang pemelihara. Namun demikian, banyak pula masyarakat yang suka memelihara ayam di rumah-rumahnya dan hanya beberapa atau satu dua ekor saja. Ayam yang sering dipelihara mayoritasnya ayam jago. Namun bila lebih spesifik lagi, ayam yang dipelihara biasanya ayam ras seperti bekisar, Bangkok, dan lainnya.
4. Burung
Dibandingkan ayam, tampaknya masyarakat lebih suka memelihara burung. Kalau ayam berguna untuk bisa cepat bangun pagi (kalo pas lagi ngantuk banget, tetap tidur juga sekalian ngorok, hehehe).
Burung yang dipelihara biasanya merpati atau dara, betet, cendrawasih, merak, kakatua, elang, nuri, pipit, dan lainnya. Masing-masing dipelihara karena keindahan suaranya, bulunya, matanya yang tajam, dan lainnya. Burung merpati atau dara, misalnya, karena keindahan suara atau kicauannya, terkadang harganya lebih mahal yang mentah dibandingkan sudah matang. Kalo sudah matang, paling mahal Rp 50 ribu. Itupun sudah tambah aneka makanan lainnya.
5. Kelinci
Kelinci termasuk hewan yang paling banyak dipelihara. Terutama karena bulunya yang unik, kelucuannya yang menggelikan dan bikin gemas, atau lainnya. Anak-anak biasanya paling suka main sama kelinci. Selain karena ramah, ya paling lucu dan menggemaskan.
Bagi yang hobi memelihara kelinci, biasanya mereka rela menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk menggalang hobinya ini. Tapi, bagi yang biasa-biasa saja, malah lebih sering makan kelinci, terutama dijadikan sate.
6. Marmut
Marmut juga cukup banyak dipelihara, terutama karena kelucuan dan kelincahannya. Tak jarang, mereka yang suka memelihara marmut mengikutsertakannya dalam sejumlah kontes, terutama lomba lari. Tapi sekencang apapun marmut lari, ia masih kalah dengan juara sprint seperti Usain Bolt. Namun demikian, banyak pula orang yang enggan memeliharanya karena geli atau takut. Sebab, bentuk tubuhnya mirip tikus, tapi bukan tikus got kok.
7. Monyet
Hewan ini memang sangat familiar. Sebab, ia mudah ditemukan. Monyet terbilang hewan yang lucu dan menggemaskan. Karenanya tak heran ia sering diikutkan dalam berbagai event, seperti tari topeng monyet.
8. Ikan
Bila hewan lain dipelihara dalam jumlah satu hingga tiga ekor, beda dengan penggemar ikan, mereka biasanya memelihara beragam jenis dan jumlah. Terkadang sampai 10 macam. Mulai dari ikan mas, koi, cupang, lele, gabus, kakap, dan lainnya. Namun yang paling banyak dipelihara biasanya ikan mas dan koi. Beberapa di antaranya hanya memelihara ikan cupang, karena bentuknya yang unik.
9. Kuda
Tak banyak orang memelihara kuda. Hanya sebagian saja. Kalau pun ada yang mau memeliharanya, biasanya karena kebutuhan atau sekadar hobi saja. Walau terhitung hewan jinak, tapi banyak orang enggan memeliharanya. Masalahnya karena sulit mencari pakannya (makanannya).
10. Ular
Dari sekian banyak jenis hewan peliharaan, mungkin yang sedikit dipelihara adalah ular. Sebab, ular dikenal banyak bisa (racun, wisa kata orang Banjar). Sekali menggigit, seseorang dapat keracunan dan akhirnya meninggal kalau yang menggigit ular Sanca. Jangankan mau memelihara, melihatnya saja sudah banyak yang lari.
Bila ular sanca bisa membunuh denganbisa-nya, ular piton justru membunuh mangsanya dengan cara melilit. Tak jarang, hewan seperti sapi atau kambing dapat dengan mudah dikalahkan kalau dia sudah melilit tubuhnya.
Itulah sepuluh macam jenis hewan yang banyak dipelihara orang. Namun demikian, masih ada pula yang memelihara hewan lainnya seperti buaya, beruang, musang, dan sejumlah hewan ternak lainnya seperti bebek, angsa, kambing, kerbau, atau sapi.

Mengapa Disebut Laut Merah?

Bisakah Anda membayangkan atau menyaksikan bagaimana laut yang terletak di sebelah barat Jazirah Arab itu disebut Laut Merah? Apakah airnya yang bewarna merah? Pasir-pasirnya bewarna merah, ataukah ada sesuatu sehingga disebut Laut Merah?
Kenyataan ini sangat menarik untuk ditelusuri. Seorang ahli fisika dari Universitas Cambridge bernama Collin Humphreys yang juga seorang penulisThe Miracle of Exodus mencoba menguak tabir misteri yang ada di Laut Merah. Dia mencoba melakukan penjelajahan ke pusat Teluk Aqabah dan faktanya laut itu tidak bewarna merah. Tapi seperti kebanyakan laut pada umumnya, airnya justru bewarna biru.
Di sana, Collin Humphreys hanya menemukan sekumpulan alang-alang yang tumbuh subur berkat keberadaan air tawar disekitar tempat tersebut. Rupanya, pendapat atau perkataan orang-orang sering salah memahami ucapan yang biasa disebutkan dalam bahasa Inggris. Alang-alang dalam bahasa Inggris disebut dengan reed, namun oleh masyarakat setempat diucapkan dengan red (merah). Karena keberadaannya di laut, oleh masyarakat setempat dinamakan red sea(Laut Merah), padahal biasa disebut dengan the reed seas (Lautan Alang-Alang).
Hal ini juga juga dikuatkan oleh penemuan ilmuwan lain yang menyatakan bahwa Laut Merah telah salah di terjemahkan selama berabad-abad lamanya. Aslinya kata itu adalah bahasa Ibrani dari kata Yam Suph yang artinya Lautan Alang-Alang.
Banyak cerita di masa lampau yang mengaitkan kondisi Laut Merah dengan warnanya. Ada yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena banyak darah dari binatang-binatang yang mati dan membusuk. Namun, ada pula yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena ada sebuah batu di dasar laut yang mengeluarkan cahaya berwarna kemerahan.
Pada abad ke-20, orang Eropa menyebut daerah tersebut dengan Teluk Arab. Sedangkan, Herodotus dan Ptolemeus menyebutnya sebagai Arabicus Sinus. Air Laut Merah sendiri sebenarnya tidak beda dengan air laut yang lain.
Penjelasan-penjelasan ilmiah menyebutkan bahwa warna merah di permukaan muncul akibat Trichodesmium Erythraeum yang berkembang. Ada juga yang menjelaskan bahwa namanya berasal dari gunung kaya mineral di sekitarnya yang berwarna merah.
Bahkan, ada yang mengaitkan penamaan merah itu dengan peristiwa yang terjadi di sungai Nil. Ketika Firaun mengklaim dirinya sebagai tuhan dan kaumnya menyembah berhala-berhala yang dipertuhankan, termasuk sungai Nil dan katak (kodok) yang dikeramatkan, Allah lalu menghukum mereka atas kesesatan yang dilakukan.
Menurut para penafsir Perjanjian Lama, yang dimaksud dengan ‘darah’ adalah perubahan sungai Nil menjadi merah. Hal ini dijelaskan sebagai suatu perumpamaan bagi berubahnya sungai Nil menjadi merah kental. Menurut sebuah penafsiran, yang mengakibatkan warna merah adalah sejenis bakteri.
Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Kerusakan apa pun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir. Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini.
Penjelasan terbaru tentang penyebab merahnya warna air telah menunjuk protozoa, zooplankton, ganggang (fitoplankton) air asin atau tawar, dan dinoflagellata sebagai kemungkinan penyebab perubahan warna air. Semua jenis ini, baik tumbuhan, jamur, maupun protozoam mengisap oksigen dari dalam air dan menghasilkan racun yang berbahaya, baik bagi ikan maupun katak.
Patricia A Tester dari National Marine Fisheries Service yang menulis dalamAnnuals of the New York Academy of Science mencatat bahwa walau kurang dari 50 spesies dari sekitar 5000 spesies fitoplankton yang dikenal, itu beracun. Spesies beracun tersebut dapat membahayakan kehidupan air.
Di masa Firaun, rangkaian bencana seperti ini tampaknya terjadi. Menurut skenario ini, ketika sungai Nil tercemar, ikan-ikan pun mati dan bangsa Mesir kehilangan salah satu sumber nutrisinya yang sangat penting. Tanpa ikan pemangsa, katak-katak dapat berkembang biak dengan sangat bebas di kolam-kolam dan di sungai Nil hingga melimpahi sungai. Kemudian, menghindari lingkungan beracun dan membusuk dengan berpindah ke daratan. Di sini, mereka mati dan terurai bersama ikan-ikan.

Peristiwa-Peristiwa di Seputar Menara Eiffel


Siapapun mengetahu bahwa Menara Eiffel Paris, Prancis, merupakan salah satu menara pemancar tertinggi di dunia. Saat ini, tingginya mencapai 324 meter. Sejak berdiri pada 1889, sampai kini sudah lebih dari 200 juta orang pernah mengunjungi Menara Eiffel.
Nah, dalam rentang waktu satu abad lebih, sejumlah peristiwa besar mewarnai perjalanan sejarah menara yang dirancang oleh Gustave Eiffel tersebut. Berikut sejumlah peristiwa yang terjadi di Menara Eiffel, yang kami kutip dariWikimedia, dan sumber lainnya. Harapannya, dengan mengetahui peristiwa ini kita bisa belajar untuk lebih menghargai karya-karya intelektual.
1. Pada 10 September 1889, Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) mengunjungi menara. Ia menandatangani buku tamu dengan pesan sebagai berikut: “Kepada Mr  Eiffel, sang Insinyur pemberani dan pembangun arsitektur modern besar dan asli dari sesorang yang memberikan penghargaan besar untuk semua Insinyur. Tertanda Thomas Edison.”
2. Tahun 1900, Menara Eiffel akan dihancurkan seusai perhelatan Pameran Dunia dan Peringatan Revolusi Prancis. Namun gagal dilaksanakan setelah uji coba transmisi radio Angkatan Darat berhasil mengudara.
3. Tahun 1902, menara ini tersambar petir. Puncak setinggi 100 m (330 kaki) harus dibangun kembali dan lampu yang menerangi menara segera diganti.
http://kerendanunik.files.wordpress.com/2012/03/lightning_striking_the_eiffel_tower__wikimedia.jpg?w=198&h=300
Menara Eiffel saat disambar petir. (www.wikimedia.com)
4. Pada 1910, Theodor Wolff melakukan pengamatan energi pancar yang dipancarkan di atas dan bawah menara, dan ia menemukan semacam sinar yang disebut dengan sinar kosmik.
5. Pada 4 Februari 1912, seorang penjahit Austria Franz Reichelt tewas setelah melompat 60 meter dari dek pertama menara Eiffel dengan parasut buatannya.
6. Tahun 1925, pelukis Victor Lustig bermaksud “menjual” menara ini sebagai besi tua.
7. Tahun 1930, menara ini kehilangan gelarnya sebagai struktur tertinggi di dunia ketika Chrysler Building selesai dibangun di New York City.
8. Sejak 1925 hingga 1934, papan iklan untuk Citroen memenuhi tiga dari empat sisi menara, menjadikannya papan iklan tertinggi di dunia pada waktu itu.
http://kerendanunik.files.wordpress.com/2012/03/tour_eiffel_citroen____wikimedia.jpg?w=234&h=300
Iklan Citroen menjadi salah satu iklan tertinggi di dunia. (wikimedia)
9. Sebelum pendudukan Nazi di Paris tahun 1940, kabel lift dipotong oleh orang Prancis sehingga Adolf Hitler harus menaiki tangga ke puncaknya. Bagian-bagian untuk memperbaikinya tidak mungkin didapat karena perang. Tahun 1940 tentara Nazi harus memanjat ke atas untuk mengibarkan swastika, tapi bendera ini terlalu besar sehingga tertiup angin beberapa jam kemudian, dan digantikan oleh yang kecil. Ketika mengunjungi Paris, Hitler memilih berada di bawah. Dikatakan bahwa Hitler menguasai Perancis, bukan Menara Eiffel. Seorang Perancis mengukur menara selama pendudukan Jerman untuk mengibarkan bendera Perancis. Bulan Agustus 1944, ketika Sekutu mendekati Paris, Hitler memerintahkan Jenderal Dietrich von Choltitz, gubernur militer Paris, meruntuhkan menara bersama seluruh kota. Von Choltitz menolak perintah itu. Lift Menara bekerja normal beberapa jam setelah Pembebasan Paris.
10. Pada 3 Januari 1956, terjadi kebakaran hebat dan menghanguskan puncak menara.
11. Tahun 1957, antena radio ditambahkan di puncaknya.
12. Tahun 1980-an, sebuah restoran tua dan pondasi besinya dibongkar; kemudian dibeli dan dibangun kembali di St. Charles Avenue di New Orleans, Louisiana, oleh pengusaha John Onorio dan Daniel Bonnot, bernama Tour Eiffel Restaurant, lebih dikenal dengan Red Room. Restoran ini dibuat kembali dari 11 ribu bagian yang melintasi Atlantik dalam kontainer kargo 40 kaki (12 m).
13. Pada 31 Maret 1984, Robert Moriarty menerbangkan sebuah Beechcraft Bonanza melalui lengkungan bawah menara.
14. Dalam film aksi/petualangan James Bond tahun 1985 berjudul A View to a Kill, Sir Roger Moore sebagai James Bond mengejar May Day yang diperankan oleh aktris Grace Jones di atas Menara Eiffel. Ia berparasut dari struktur itu untuk kabur. Video lagu tema film, dinyanyikan oleh Duran Duran, juga meliputi beberapa adegan band menyanyi di menara yang berbenturan dengan adegan dari film. 20 tahun sebelumnya, film Bond Thunderball (1985) memperlihatkan menara ketika Largo, diperankan Adolfo Celi, parkir di luar kantor SPECTRE di Paris.
15. Pada 14 Juli 1995, Hari Bastille, pemusik sintesiser Perancis Jean Michel Jarre mempertunjukkan Konser Untuk Kepedulian di menara atas bantuan UNESCO. Konser gratis ini dikunjungi oleh 1.5 juta orang, memenuhi Champ-de-Mars. Konser tersebut menampilkan efek lampu dan proyeksi di menara, dan kembang api raksasa di luar. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke tempat yang sama untuk acara musik lainnya, Electronic Night.
16. Pada Perayaan Tahun Baru 2000, Menara Eiffel menyelenggarakan Perayaan Milenium Paris. Kembang api ditembakkan dari keseluruhan panjang menara dalam penampilan spektakuler. Sebuah pameran di atas cafeteria di tingkat pertama juga merayakannya.
17. Tahun 2000, lampu kedip dan empat lampu suar berkekuatan tinggi dipasang di menara. Sejak itu pertunjukkan lampu telah menjadi acara harian setiap malam. Lampu suar di atas menara menjadikannya menara suar dalam langit malam Paris.
18. Menara ini menerima kunjungan lebih dari 200 juta sampai tahun 2002. Kini, setiap tahunnya paling sedikit enam juta orang mengunjungi Menara Eiffel.
19. Pada 22 Juli 2003, pukul 19.20, kebakaran kembali terjadi di puncak menara pada ruang persiapan penyiaran. Keseluruhan menara dikosongkan; kebakaran dapat dikendalikan setelah 40 menit, dan tidak ada laporan korban luka.
20. Sejak 2004, Menara Eiffel telah membuat lapangan ski es di tingkat pertama selama musim dingin.
21. Pada 10 Januari 2011, Perusahaan teknologi ekologi, Ginger, berencana mengubah monumen Menara Eiffel menjadi pohon tertinggi di dunia. Caranya dengan menanam 600 ribu tanaman di seluruh rangka besi menara tersebut. 

Mengapa Disebut Laut Merah?

Bisakah Anda membayangkan atau menyaksikan bagaimana laut yang terletak di sebelah barat Jazirah Arab itu disebut Laut Merah? Apakah airnya yang bewarna merah? Pasir-pasirnya bewarna merah, ataukah ada sesuatu sehingga disebut Laut Merah?
Kenyataan ini sangat menarik untuk ditelusuri. Seorang ahli fisika dari Universitas Cambridge bernama Collin Humphreys yang juga seorang penulisThe Miracle of Exodus mencoba menguak tabir misteri yang ada di Laut Merah. Dia mencoba melakukan penjelajahan ke pusat Teluk Aqabah dan faktanya laut itu tidak bewarna merah. Tapi seperti kebanyakan laut pada umumnya, airnya justru bewarna biru.
Di sana, Collin Humphreys hanya menemukan sekumpulan alang-alang yang tumbuh subur berkat keberadaan air tawar disekitar tempat tersebut. Rupanya, pendapat atau perkataan orang-orang sering salah memahami ucapan yang biasa disebutkan dalam bahasa Inggris. Alang-alang dalam bahasa Inggris disebut dengan reed, namun oleh masyarakat setempat diucapkan dengan red (merah). Karena keberadaannya di laut, oleh masyarakat setempat dinamakan red sea(Laut Merah), padahal biasa disebut dengan the reed seas (Lautan Alang-Alang).
Hal ini juga juga dikuatkan oleh penemuan ilmuwan lain yang menyatakan bahwa Laut Merah telah salah di terjemahkan selama berabad-abad lamanya. Aslinya kata itu adalah bahasa Ibrani dari kata Yam Suph yang artinya Lautan Alang-Alang.
Banyak cerita di masa lampau yang mengaitkan kondisi Laut Merah dengan warnanya. Ada yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena banyak darah dari binatang-binatang yang mati dan membusuk. Namun, ada pula yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena ada sebuah batu di dasar laut yang mengeluarkan cahaya berwarna kemerahan.
Pada abad ke-20, orang Eropa menyebut daerah tersebut dengan Teluk Arab. Sedangkan, Herodotus dan Ptolemeus menyebutnya sebagai Arabicus Sinus. Air Laut Merah sendiri sebenarnya tidak beda dengan air laut yang lain.
Penjelasan-penjelasan ilmiah menyebutkan bahwa warna merah di permukaan muncul akibat Trichodesmium Erythraeum yang berkembang. Ada juga yang menjelaskan bahwa namanya berasal dari gunung kaya mineral di sekitarnya yang berwarna merah.
Bahkan, ada yang mengaitkan penamaan merah itu dengan peristiwa yang terjadi di sungai Nil. Ketika Firaun mengklaim dirinya sebagai tuhan dan kaumnya menyembah berhala-berhala yang dipertuhankan, termasuk sungai Nil dan katak (kodok) yang dikeramatkan, Allah lalu menghukum mereka atas kesesatan yang dilakukan.
Menurut para penafsir Perjanjian Lama, yang dimaksud dengan ‘darah’ adalah perubahan sungai Nil menjadi merah. Hal ini dijelaskan sebagai suatu perumpamaan bagi berubahnya sungai Nil menjadi merah kental. Menurut sebuah penafsiran, yang mengakibatkan warna merah adalah sejenis bakteri.
Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Kerusakan apa pun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir. Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini.
Penjelasan terbaru tentang penyebab merahnya warna air telah menunjuk protozoa, zooplankton, ganggang (fitoplankton) air asin atau tawar, dan dinoflagellata sebagai kemungkinan penyebab perubahan warna air. Semua jenis ini, baik tumbuhan, jamur, maupun protozoam mengisap oksigen dari dalam air dan menghasilkan racun yang berbahaya, baik bagi ikan maupun katak.
Patricia A Tester dari National Marine Fisheries Service yang menulis dalamAnnuals of the New York Academy of Science mencatat bahwa walau kurang dari 50 spesies dari sekitar 5000 spesies fitoplankton yang dikenal, itu beracun. Spesies beracun tersebut dapat membahayakan kehidupan air.
Di masa Firaun, rangkaian bencana seperti ini tampaknya terjadi. Menurut skenario ini, ketika sungai Nil tercemar, ikan-ikan pun mati dan bangsa Mesir kehilangan salah satu sumber nutrisinya yang sangat penting. Tanpa ikan pemangsa, katak-katak dapat berkembang biak dengan sangat bebas di kolam-kolam dan di sungai Nil hingga melimpahi sungai. Kemudian, menghindari lingkungan beracun dan membusuk dengan berpindah ke daratan. Di sini, mereka mati dan terurai bersama ikan-ikan.

10 Bahaya Minuman Keras dan Narkotika

Kecelakaan maut yang menyebabkan hilangnya sembilan nyawa akibat pengemudi mobil yang diduga teller karena pengaruh obat dan minuman keras, Afriani Susanti (29) di Tugu Tani, Jakarta, Ahad (22/1), menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Betapa tidak, sembilan nyawa  melayang karena perbuatannya. Inilah salah satu penyebab atau dampak buruk dari minuman keras dan obat-obatan terlarang itu.
Berikut ini, ada sepuluh bahaya dan minuman keras dan yang sejenisnya, sebagaimana diriwayatkan Abul Laits radhiyallahu anhu (RA), ia berkata: “Awaslah kau dari minum khamar, karena ia mengandungi sepuluh bahaya yaitu:
1. Peminumnya seperti orang gila dan menjadi tertawaan anak kecil dan tercela di kalangan orang-orang berakal.
2. Memboros harta dan merusak akal. Sebagaimana kata Umar bin Khattab kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah, jelaskan pendapatmu mengenai khamar?” Jawab Rasulullah SAW: “Sebab nyata menghabiskan harta dan merusak akal.”
3. Minum khamar menyebabkan permusuhan diantara kawan-kawan.
4. Peminumnya terhalang dari zikrullah dan shalat.
5. Minum khamar itu mendorong untuk berzina, sebab kemungkinan ia menceraikan isterinya tanpa sadar.
6. Ia pembuka dari segala kejahatan sebab jika mabuk. mudah berbuat segala maksiat.
7. Mengganggu malaikat yang menjaganya kerana memasukkan ke majelis fasik dan adanya bau busuk.
8. Terkena hukum pukul dera lapan puluh kali dan bila tidak terpukul didunia maka di akhirat akan dipukul dengan pukulan dari enraka yang disaksikan oleh orang tua dan kawan-kawan.
9. Ia telah menutup pintu langit sebab kebaikannya dan doa-doanya tidak terangkat ke langit selama 40 hari.
10. Ia berspekulasi (membahayakan) terhadap dirinya sebab dikhawatirkan tercabut iman ketika matinya.
 Ini semua siksa dunia sebelum siksa akhirat, maka tidak terhitung selain dari minuman yang membakar dirinya sehingga melupakan kebenaran.
Abdullah Ibnu Mas’ud menambahkan; “Telah dilaknat dalam khamar itu sepuluh orang yaitu:
1. Yang memerah.
2. Yang minta diperah.
3. Yang minum.
4. Yang memberi minum.
5. Yang membawa.
6. Yang mengantar.
7. Yang membekali.
8. Yang menjual.
9. Yang membeli.
10. Yang menyimpan.
Bahaya lain dari miras, adalah seperti kisah berikut ini.
Disebutkan dalam kitab-kitab Sunnah bahwa ada seorang abid pergi menyimpang dari masjid. Kemudian ia ditemui oleh wanita durjana dan memperdayanya. Wanita itu pun menyuruh pembantunya, seraya memasukkan laki-laki itu ke rumahnya, dan mengunci pintunya. Lalu ia menakut-nakuti lelaki itu dan memerintahkannya agar memilih salah satu dari tiga hal: meminum miras yang ada di sampingnya, atau membunuh bayi, atau ia berbuat keji (zina) bersamanya. Atau dia akan berteriak kalau lelaki itu sudah memasuki rumahnya, lantas siapa yang akan membenarkan engkau.
Orang itu pun dibuatnya tak berdaya, kemudian ia memilih perkara yang dianggapnya paling ringan dosanya. Ia pun meminum miras. Begitu kepalanya pening dan melayang-layang, setan menggodanya, sehingga ia pun menggauli wanita itu. Sedangkan si bayi juga ikut dibunuhnya. Maka jadilah miras sebagai penyebab dari keburukan yang besar dan bencana yang luas. 

Kota Pertama dan Tertua di Dunia


Makkah dipercaya telah ada sejak Nabi Adam AS.
Seluruh umat Islam di seluruh dunia, tentunya mengenal Makkah, yakni kota  kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan di kota Makkah terdapat Ka’bah (Bayt Allah) yang menjadi kiblat shalat umat Islam. Setiap tahun, ketika musim haji tiba, jutaan umat manusia dari berbagai bangsa dan negara, hadir di kota ini untuk melaksanakan ibadah haji.
Makkah merupakan sebuah kota yang berusia sangat tua. Lebih tua dibandingkan kota lain seperti Mesir, Irak, Iran, Yaman, Madinah, dan lainnya. Kota ini, telah dikenal sebelum Islam, yakni sejak zaman Nabi IbrahimAlaihissalam (AS).
Namun demikian, menurut Junaidi Halim dalam bukunya Makkah-Madinah dan Sekitarnya, Kota Makkah adalah kota tertua di dunia. Bahkan, ia sudah ada sejak zaman Nabi Adam Alaihissalam. Konon, Nabi Adam dahulunya diturunkan ke bumi adalah di Makkah, sedangkan Siti Hawa di Jeddah. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Adam diturunkan di Irak, di Sri Lanka, India, dan lainnya.
Junaidi Halim menyatakan, batas Kota Makkah merupakan tempat berbarisnya para Malaikat, ketika Nabi Adam meminta perlindungan dari godaan Iblis, setelah diturunkan dari Surga. Batas-batas itu adalah sekitar 7 kilometer (km)Masjid al-Haram dari utara, 13 km ke arah selatan, 25 km dari arah barat dan 25 km dari arah timur.
Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Ibrahim diperkirakan hidup pada 1997-1822 Sebelum Masehi (SM). Dan, bila merujuk pada masa hidup Nabi Ibrahim itu, hingga kini Kota Makkah telah berusia sekitar 40 abad.
Sebagaimana dikisahkan, Nabi Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar beserta putranya, Ismail AS pindah dari Palestina ke Makkah. Dan di kota Bakkah atau Makkah ini, Allah SWT memerintahkan Ibrahim dan Ismail AS untuk membangun ka’bah sebagai tempat ibadah.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96).
Ayat ini menunjukkan bahwa Bakkah atau Makkah telah ada sejak dahulu. Hal ini juga diakui oleh Sayyid Muzaffaruddin Nadvi, dalam bukunya A Geographical History of the Qur’an (Sejarah Geografi Alquran). Nadvi menyebutkan, bangsa Arab adalah bangsa yang tua. Saking tuanya, tak banyak sejarah menuliskannya.
Namun demikian, bangsa Arab, khususnya Makkah, terdiri atas dua kelompok, yakni kelompok yang masih berdarah murni, dan yang sudah bercampur. Kelompok pertama adalah keturunan Joktan atau Qahtan, putra Eber. Sedangkan kelompok kedua adalah keturunan Ismail, putra Nabi Ibrahim AS dengan Siti Hajar. Namun, ada pula yang menyebutkan, sesungguhnya bangsa Arab, dan Makkah khususnya, adalah keturunan Nabi Ismail AS.
Ketika Ibrahim mengajak istrinya hijrah ke Makkah, Ismail yang ketika itu masih bayi juga diikutsertakan. Saat itu, kondisi Makkah masih berupa gurun sahara yang luas, berpasir, dan daerahnya dikelilingi oleh gunung-gunung atau bukit-bukit yang tandus.
Kondisi Makkah yang gersang dan tandus ini, terungkap dalam doa Nabi Ibrahim. “Ya Tuhan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati.” (QS Ibrahim [14]: 37).
Ibnu Katsir menyebutkan di dalam kitab al-Bidayah wa al-Nihayah bahwa Ismail AS memperistri putri Madhadh bin ‘Amr al-Jurhumi dan memiliki 12 orang putra, yakni Naabit, Qaidaar, Adbaa’iil, Mabsyaam, Masymaa’ Dumaa, Misyaa, Hadad, Yatma, Yathur, dan Nafiis, serta Qaidamaan. Dari 12 putra ini, kata Ibnu Katsir, dua orang di antaranya, yakni Naabit dan Qaidzar yang menurunkan seluruh kabilah Arab Hijaz. Naabit adalah putra dari saudara perempuan kabilah-kabilah Jurhum. Jurhum mendominasi rumah tangga seluruhnya karena ketamakan terhadap kemenakan mereka. Mereka kemudian menguasai Mekkah dan sekitarnya menggantikan Bani Ismail dalam jangka waktu yang lama.
Karena itu, sebagian besar peneliti dan ahli tafsir meyakini, sesungguhnya suku-suku dan kabilah-kabilah Arab itu semuanya berasal dari keturunan Nabi Ismail. Dan Ismail diperkirakan hidup sekitar tahun 1940-1800 SM.
Bahkan, dalam kitab Perjanjian Lama dan karya-karya sastra klasik, bangsa Arab sudah ada sejak zaman dahulu (purba). Sejumlah penelitian arkeologi dan dalam karya sastra Eropa, telah disinggung hasil bumi dan pertanian bangsa Arab.
William Shakespeare (1564-1616 M), pujangga Inggris, dalam salah satu karyanya menyebutkan: “Segala wewangian Arab takkan mempermanis tangan kerdil ini.”
Hal yang sama juga diungkapkan Milton (1608-1674 M), seorang penyair Inggris. “… di laut lepas angin timur berhembus; Semerbak Saba dari pantai yang hangat; Dari Arab yang penuh rahmat.”
Ini menunjukkan, pada zaman dahulu, bangsa Arab dan Makkah khususnya, telah dikenal luas oleh masyarakat sebagai sebuah bangsa yang terkenal akan kejayaannya.
Memang, tak banyak sejarah yang mengungkapkan periodisasi Kota Makkah, setelah Nabi Ismail AS. Selang 25 abad kemudian atau sekitar abad ke-5 Masehi (420 M), keberadaan Kota Makkah mulai terkuak, yaitu pada masa Qushay bin Kilab, kakek kelima Nabi Muhammad SAW.
Qushay mempunyai beberapa anak, salah satunya Abdi Manaf bin Qushay. Abdi Manaf mempunyai beberapa anak, di antaranya Hasyim (Bani Hasyim). Dari bani Hasyim inilah yang menurunkan Abdul Muthalib dan menurunkan Abdullah, ayah Nabi Muhammad SAW.
Mengenai nasab Rasulullah SAW ini sebagaimana diterangkan dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan At-Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak Ibrahim dan memilih Kinanah dari anak Ismail dan memilih Quraisy dari Bani Kinanah dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim.”
Pada masa itu, Qushay dikenal sebagai salah satu pemimpin suku Quraisy. Suku Quraisy dinisbatkan pada keturunan bani Kinanah, yakni Quraisy bin Fihr bin Malik bin Nadhor bin Kinanah. Qushay mendapat tugas sebagai pemegang kunci sekaligus pemelihara Ka’bah. Dan dari Qushay ini kemudian pemeliharaan Ka’bah dilanjutkan oleh keturunannya, hingga Abdul Muthalib.
Dan pada abad ke-6 (571) Masehi, Kota Makkah makin terkenal ke seantero dunia. Karena pada saat itulah, penghulu para Nabi, yakni Muhammad SAW dilahirkan.